Tindaklanjuti Arahan Presiden Terkait dengan Penanggulangan Bencana 2022
Nofian Hidayat
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TANJUNG REDEB-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau menindaklanjuti arahan
Presiden dalam rapat koordinasi Penanggulangan Bencana 2022 untuk sistem
kebencanaan berkelanjutan.
BPBD Kabupaten Berau menyelenggarakan
peringatan HKB Tahun 2022 dengan membunyikan alarm sirine tanda bencana yang
diikuti dengan latihan simulasi evakuasi mandiri di beberapa lokasi yaitu
Kantor BPBD, Posko BPBD tiap Kecamatan, Simpang KFC, masjid Agung Baitul
Hikmah, dan Masjid Al Muhaimin Bujangga.
Kesadaran tersebut dimulai sejak dini baik
dari individu, keluarga, komunitas, sekolah sampai lingkungan masyarakat serta
dalam rangka melaksanakan Peringatan Hari kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun
2022 pada tanggal 26 April 2022.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD
Berau, Nofian Hidayat, mengatakan dalam mendukung suksesnya HKB tahun 2022,
diharapkan berbagai pihak dengan pendekatan pentaheliks untuk meningkatkan
kesiapsiagaan atas bencana alam dan turut bepartisipasi aktif. Jadi sudah ada
latihan. Sasarannya untuk lapisan masyarakat supaya teredukasi.
“Kalau ada bunyi sirine kita harus peka “
katanya (27/4/22).
Pihaknya tidak bisa melaksanakan suasana yang
disporia karena masih pandemi. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pihaknya
juga melaksanakan di gedung-gedung bertingkat, serta hotel-hotel.
“kita harus siap siaga” tegasnya.
Pihaknya berharap, masyarakat bisa
teredukasi, tangguh dengan dirinya sendiri dan tangguh untuk orang lain
disekitarnya. Deteksi dini itu paling utama dalam pencegahan.
“kita juga punya banyak titik sirine, bukan
di sini saja, di laut juga ada, di gunung juga ada, aset-aset jangan sampai
hilang karena itu pertanda warning system, sekarang di HP juga ada” jelasnya.
Dirinya menyampaikan bahwa peringatan sirine
ini merupakan bencana secara umum, bencana yang tak terduga. Untuk potensi
bencana di Kabupaten Berau, kata dia, Banjir, longsor, kebakaran hutan dan
lahan, pergeseran lempengan, puting beliung, serta gempa.
“untuk OPD hanya dari BPBD. Untuk semua
kecamatan kami membunyikan sirine, posko Biduk-biduk, batu Putih, talisayan,
Gunung Tabur, dan semuanya,” tutupnya.(sep)